ISBD

Isu-isu Penting Tentang Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa

Isu-isu penting menjadi persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya merupakan isu global yang menjadi keprihatinan umat manusia sedunia. Merupakan isu global karena persoalan ini tidak hanya dihadapi umat manusia dalam suatu negara atau wilayah tertentu, tetapi melanda ke berbagai belahan dunia.

Berikut ini akan kita ketengahkan isu-isu global yang terdiri atas isu mengenai lingkungan dan isu mengenai kemanusiaan. Isu tentang lingkungan antara lain mencakup kekurangan pangan, kekurangan sumber air bersih, polusi dan perubahan iklim. Isu tentang kemanusiaan antara lain mencakup kemiskinan, konflik, dan wabah penyakit.

  1. Isu Tentang Lingkungan
  2. Kekurangan Pangan

Pangan merupakan komoditi penting dan strategis, mengingat pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang hakiki. Kebutuhan pangan disetiap pemukiman perlu tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman dikonsumsi, dan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Problema kekurangan pangan masih saja menghantui umat manusia,kendati tingkat pertumbuhan ekonomi dunia meningkat. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk dunia yang cepat tidak seimbang dengan produksi pangan. Selain itu,masalah keadilan dan distribusi sumber-sumber pangan yang tidak merata

Kekurangan pangan menciptakan kekwatiran berbagai pihak. Dunia pun diliputi kekwatiran itu,karena pertambahan penduduk yang tinggi, terutama di negara-negara berkembang. Menurut FAO,saat ini didunia terdapat sekitar 200 juta orang yang kekurangan pangan.penduduk indonesia pada tahun 2035 di perkirakan akan bertambah menjadi dua kali lipat dari jumlahnya sekarang,menjadi sekitar 400 juta jiwa.

Kekurangan pangan menciptakan gejala serius berupa kelaparan. Mantan sekretaris jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB),Kofi Annan pernah menegaskan,walaupun saat ini ada kemajuan yang luar biasa dibidang teknologi dan pertanian, namun penderitaan yang paling tua dan paling mendasar yaitu kelaparan,masih saja ada. Setiap hari setidaknya 840 juta orang tidak punya bahan pangan untuk dimakan.

Di Afrika Selatan, satu dalam setiap empat orang mengalami kelaparan. Di Afrika Sahara proporsinya lebih tinggi lagi, satu dalam setiap tiga orang. Sedangkan jumlah penduduk yang kekurangan pangan diwilayah asia pasifik sekita 525 juta.

  1. Kekurangan Sumber Air Bersih

Sejak dulu air di akui sebagai sumber kehidupan.Air,khususnya air bersih banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan,terutama sekali untuk minum. Dengan demikian,ketersediaan air bersih merupakan keharusan bagi penduduk disuatu wilayah. Sumber-sumber air bersih didapatkan dari mata air, atau sungai yang telah dilakukan proses penyulingan.

Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dunia,kebutuhan air bersih juga meningkat tajam. Seiring dengan itu,sumber-sumber air bersih mejadi berkurang atau justru semakin habis. Dewasa ini,penduduk dunia dilanda kekurangan air bersih. Padahal masalah kekurangan air langsung berdampak terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Kurangnya ketersediaan air bersih berarti telah terjadi kelangkaan air sebagai sumber kehidupan. Kelangkaan air bersih menyebabkan orang terpaksa bergantung pada sumber air yang mungkin tidak aman. Tidak tersedianya air bersih dapat memicu timbulnya berbagai penyakit,seperti kolera,tifus,malaria,demam berdarah,dan penyakit lain yang menular.kelangkaan air juga dapat menjadikan orang kehabisan waktu dan dana untuk mendapatkan air bersih.

Perubahan iklim, kekeringan, dan banjir yang sering kali terjadi, ditenagarai berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih. Contohnya, kekeringan pada sebagian sungai-sungai besar didunia. Indonesia juga dilaporkan mulai terancam kekurangan air bersih.

  1. Polusi Atau Pencemaran

Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkan nya.

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, tanah. Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, antara lain pembuangan limbah industri, sisa insektida, dan pembuangan sampah domestik, sampah organik, dan fosfat. Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, seperti sampah-sampah plastik  yang sukar hancur, botol, karet sintetis pecahan kaca, dan kaleng. Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

Salah satu penyebab polusi udara di Indonesia saat ini adalah seringnya terjadi kebakaran hutan. Kebakaran hutan merupakan bencana yang setiap tahun terus terjadi. Kebakaran hutan skala besar adalah fenomena yang menjadi sebuah kecenderungan yang rutin dalam 20 tahun terakhir.

Dampak buruk kebakaran hutan amat terasa. Polusi udara melanda di kota-kota sekitar hutan. Kebakaran hutan di Riau menebabkan pendudknya mulai merasakan mata perih dan berkurang nya jarak pandang karena kabut asap. Polusi udara akibat kebakaran hutan di Indonesia juga berdampak bagi masyarakat luar.

  1. Perubahan Iklim

Sumber energi fosil(minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang dihasilkan oleh banyak pembangkit energi membangkitkan terjadinya pencemaran udara. Hal ini karena pembangkit tersebut mengeluarkan gas dan zat-zat pencemar, seperti gas (SO2) dan gasgas rumah kaca (GRK), seperti karbondioksida (CO2). Banyak penelitian menyebutkan bahwa GRK telah memicu terjadinya pemanasan global akibat adanya efek rumah kaca.

Efek rumah kaca terjadi akibat GRK yang terkumpul diatmosfer membentuk selubung yang menghalangi radiasi panas matahari yang dipantulkan bumi sehingga tidak dapat lepas keatmosfer. Panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Lebih lanjut, pemanasan global telah memicu terjadinya perubahan iklim (climate change). Perubahan iklim mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak terkirakan sebelumnya, seperti peningkatan suhu, melelehnya gunung es, permukaan air laut naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang semakin panjang. Puahan-perubahan iklim yang ekstrem ini dapat engancam kehidupan manusi di bumi. Ancaman tersebut antara lain :

  • Panasnya suhu menimbulkan makin banyak nya wabah penyakit endemik seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, dan malaria.
  • Wilayah-wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terancam tenggelam oleh naiknya air laut.
  • Maraknya banjir dan badai topan yang sewaktu-waktu melanda pemukiman manusia.
  • Berkurang nya ketersediaan air bersih karena kekeringan dalam jangka waktu lama. Kegagalan panen karena cuaca yang tidak mendukung.
  1. Isu Tentang Kemanusiaan
  2. kemiskinan

Kemiskinan meruakan masalah global yang sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan, dan kekurangan diberbagai keadaan hidup. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahamannya mencakup :

  • Gambaran akan kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” disini sangat berbeda-beda, melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi diseluruh dunia.

Kemiskinan penduduk dunia kebanyakan terdapat dinegara-negara berkembang. Istilah negara berkembang biasanya digunakan untuk merujuk ke negara-negara yang “miskin”. Indonesia sebagai negara berkembang tidak luput pula dari ancaman kemiskinan. Meskipun presentase penduduk miskin semakin berkurang setiap tahun, namun jumlah penduduk semakin besar karena semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.

  1. Konflik atau Perang

Konflik berasal dari bahasa Latin, yaitu configere yang berarti saling memukul. Secara sosisologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebh (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Selain itu, konflik juga dapat disebabkan oleh perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda kepentingan antar individu atau kelompok.

Konflik dalam pengertian luas mencakup konflik secara fisik dan nonfisik. Konflik dalam derajat yang longgar atau lemah, misalanya perbedaan ide dan pendapat. Konflik dalam derajat yang tinggi, seperti pertentangan fisik, kerusakan, revolusi, bahkan perang. Konflik sering kali diterima secara negatif karena dianggap merusak keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat. Namun, konflik dalam derajat yang longgar dapat memicu kemajuan. Oleh karena itu, konflik tidak harus dipersepsikan hal yang buruk.

Konflik sosial (termasuk konflik politik) adalah sebuah fenomena sosial penting yang memerlukan penyelesaian konflik. Konflik sosial juga merupakan fenomena yang memengaruhi pembuatan keputusan. Semakin hebat koflik, semakin sulit membuat keputusan yang mengikat semua pihak.

Konflik dalam derajat tinggi, yaitu perang antarmanusia itulah yang mengancam sendi-sendi kehidupan manusia. Perang hanya menyisakan beragam penderitaan, kesengsaraan, kehancuran, dan kehilangan segalanya. Namun, anehnya kehidupan umat manusia sejak masa lalu sampai sekarang tidak pernah sepi dari kasus-kasus peperangan.

  1. Wabah Penyakit

Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata, melebihi dari keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sumber penyakit dapat berasal dari manusia, hewan,tumbuhan dan benda-benda yang mengandung atau tercemar bibit penyakit, serta yang dapat menimbulkan wabah.

Penyakit yang mewabah sekarang ini dengan cepat sekali menyebar menembus batas-batas wilayah dan negara. Penyakit yang sebelumnya hanya melanda sebuah negara atau suatu kawasan dengan cepat menyebar ke negara dan kawasan lain dibumi. Tepat kiranya jika sekarang ini terdapat istilah globalisasi penyakit. Globalisasi penyakit merupakan dampak negatif dari semakin cepatnya pergerakan manusia, hewan, tumbuhan dan barang-barang yang dibawa. Wabah penyakit menyebar sedemikian cepat.

Penyakit yang menyebar sekarang ini makin banyak dan beragam. Jika dulu orang hanya mengenal sakit malaria, sekarang telah muncul virus poli, SARS,AIDS, dan sebagainya. Selain penyakit infeksi diatas, penyakit modern yang muncul akibat perubahan gaya hidup yang kini juga menjadi penyakit yang mengglobal. Sama seperti penyakit infeksi, penyakit gaya hidup juga tidak mengenal batasan negara atau batasan status ekonomi. Penyakit gaya hidup, contohnya serangan jantung, darah tinggi, depresi, stroke, obesitas. Penyakit gaya hidup pada mulanya muncul di negara-negara maju. akan tetapi sekarang ini penyakit tersebut melanda pula negara-negara industri baru di Asia.

Wabah penyakit yang menimbulkan malapetaka yang menimpa umat manusia dari dulu sampai sekarang maupun masa mendatang tetap merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Selain wabah membahayakan kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan sakit, cacat, dan kematian, wabah juga akan mengakibatkan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Penyakit dapat menurunkan tingkat produktivitas manusia dalam bekerja yang bisa berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Banyak produktivitas yang hilang akibat serangan penyakit. Disisi lain, pendapatan yang diperoleh banyak dikeluarkan untuk biaya pengobatan. Pada akhirnya, timbulnya penyakit bisa berpengaruh terhadap tingkat ekonomi masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s